Indonesia · 1296 Days · 24 Moments · April 2014

Podro Lovaria


18 October 2017

17 October 2017

16 October 2017

15 October 2017

14 October 2017

12 October 2017

Aku baru menyadari, ternyata hidup ini penuh dengan dilema-dilema yang mengganggu tidur malam-malamku. Aku mengerti, sahabatku sedang di persimpangan jalan. Dia bimbang, dihadapkan pada pilihan-pilihan yang saling bertolak-belakang. Pintu-pintu jalan kehidupan, harus dia pilih dan tekuni salah satu. Tapi, pilihan datang dengan wajah menakutkan dan mengancam. Masing-masing pilihan mengajak pada arah yang berbeda dan berlainan. Bertahun-tahun lamanya, Aku menemaninya berproses. Makan-ngopi bareng, menghadapi masalah, berdebat satu sama lain, saling mengecam, saling melindungi dan mendukung, mengomentari gadis-gadis bening, saling bertaruh dalam pilihan politik, travelling ke mana-mana bareng. Hingga datang suatu masa di mana waktu merenggut segalanya dengan pelan.

10 October 2017

Dodok toli ngudud bari nyawang kali lewih enak kayae daripada deleng realita urip sing wis ngacapara bli karuan.
Pertama kali aku mengenal cinta itu bagaikan sedang meminum segelas kopi tanpa gula, sangat pahit dan getir. Tapi aku belajar untuk tidak menyalahkannya karena sejatinya cinta ada di pihak yg netral dan dipunyai setiap perasaan orang. Mungkin kupikir aku menaruh perasaan cinta kepada orang yg kurang tepat tapi tidak berpikir bahwa cinta yg harus disalahkan. Kisah asmaraku memiliki ending yg tak berakhir indah tak seperti ending cerita di FTV, tapi kupikir semua hanyalah sebuah perjalanan menuju orang yg tepat untuk melabuhkan sebuah perasaan hati. Dalam dunia yang dipenuhi mahasiswa-mahasiswa labil, terkungkung kegalauan dan diperbudak game-game terbaru, maka menurutku semua orang butuh cinta dan segelas kopi tanpa gula agar sepahit dan segetir apapun orang merasakan cinta tetap tidak kehilangan inspirasi dan kreativitas untuk berkarya.

7 October 2017

Sepakbola, Aku merindukanmu!

25 September 2017

Entah sampai hari ini drama kehidupan episode keberapa sejak aku dilahirkan?? Mungkin aku menebak-nebak sedang dalam episode yg berjudul "Masa-masa pencarian kehidupan" kisahnya mungkin menceritakan tentang 'dilema antara mempertahankan idealisme atau terseret arus untuk menghamba pada isi perut?' Kisahku mungkin dianggap naif dan kurang memiliki nuansa estetika, tapi "Bukankah manusia hidup diberi akal utk mendobrak sejarah dan merubah kehidupan?", hanya saja aku adalah mahasiswa yg sedang anget-angetnya menjunjung keidealisan tapi aku juga tidak memungkiri sedang menghamba pada isi perut dengan menjadi seorang honorer. Aku pun sadar mungkin suatu saat nanti aku adalah Budak Kapitalis dan Korporasi yg akan mengikuti sistematika, dan tanpa sadar selama ini aku adalah seorang mahasiswa yg hanya mencari sebutir angka dan selembar kertas kebanggaan di perguruan tinggi tanpa memberikan dan mengindahkan suatu bentuk implementasinya kepada masyarakat.

24 September 2017

Dengan membaca, pikiran manusia menari di atas kata, terbang melampaui batas ruang dan waktu dan lalu menerobos batas-batas kebodohan kendati hanya melalui hidangan kata dan konsep di dalam sejuta lembar kertas yang penuh makna hasil permenungan mendalam tentang kehidupan. Masa lalu, masa kini dan masa depan melebur jadi satu di dalam berlimpahnya realitas tepat di saat kita membaca buku dan fenomena. Karena buku mengandung ilmu yang bisa mengarahkan apa dan kemana langkah-langkah yang sebaiknya kita ambil untuk mencapai apa yang kita inginkan. Tanpa ilmu, kita berjalan tanpa bekal, tanpa arah. Tapi mengapa beberapa orang malah berpikir orang-orang yang membaca adalah orang-orang yang penuh ilusi dan idealisme yang semu? Permasalahannya bukan di kegiatan membacanya, tapi kegagalan kita untuk membangun hubungan antara kegiatan membaca dan realita sekitar. Ibarat beragama, rajin melakukan ritual tapi lupa melakukan kebaikan terhadap sesama.

22 September 2017

Tolonglah dia saudara-saudaraku, dia adalah pengungsi rohingya yg terdampar di SMK Gunungjati! Donasikan sebagian harta dan upaya nya utk orang ini, kasihanilah dia saudara-saudaraku!

14 September 2017

Kembang tebu sing kabur kanginan Saksi bisu sing dadi kenangan Prasetyamu kui mung kiasan Tresnamu saiki wis ilang Neng dalan anyar kowe karo sopo??

11 September 2017

sampun adoh ono ning moto tresno suci ilang muspro kebacut tak gawe gelo mbiyene tak sio-sio uwong sing ngorbanke wektu tresno kasih mung go aku gawe eluhmu metu udan raiso mbusak kahananmmu sih pahit amergo watakku gelem lungo tanpo ngomong pamit aku ngerti ulatmu terlanjur dadi peteng aku ora jaluk bali roso kangenku tak gawe lerem Ceritoe wektu mangan sego gorenge mas topik karo ndelok indahnya senja di sawah

15 August 2015

8 April 2015

1 March 2015

5 June 2014

4 June 2014

24 May 2014

8 April 2014

1 April 2014